Toko Istri

Cerpen

Cerpen.

Foto ilustrasi Seputaraceh

Sebuah toko yang menjual istri baru, dibuka dimana pria dapat memilih wanita yang dijadikan sebagai seorang istri. Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk, terdapat instruksi yang menunjukan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut. “Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI!”

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukan kelompok calon istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu atau memilih ke lantai berikutnya, tapi dengan syarat tidak bisa turun lagi ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Lalu, seorang pria pun pergi ke “TOKO ISTRI” tersebut untuk mencari istri. Di setiap lantai terdapat  tulisan seperti ini.

Lantai 1: “Wanita dilantai ini taat kepada Tuhan dan pandai memasak.” Pria itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

baca juga: 7 Pesan Kiai Kepada Santri Setelah Lulus Mondok

Lantai 2: “Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak dan lemah lembut.” 
Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.

Lantai 3: “Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah ,embut dan cantik.”
“Wow!” ujar sang pria, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik. Lalu sampailah ke lantai 4 dan terdapat tulisan: “Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget dan sayang anak.”
“Ya ampun!” Dia berseru, “Aku hampir tak percaya.”

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5: “Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget, sayang anak dan sexy.”

baca juga: Kiai Haji Mustofa, Kiai Kampung Sang Pewaris Nabi

Dia tergoda untuk berhenti kemudian dia melangkah ke lantai 6 dan terdapat tulisan: ” Anda adalah pengunjung ke 10.395.220.999. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata pembuktian untuk pria yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di ‘TOKO ISTRI’. Mohon hati-hati ketika keluar dari sini.”

Pesan moral cerita ini bukan untuk pria tetapi juga wanita. Tetaplah selalu merasa puas akan pasangan yang sudah Tuhan sediakan. Jangan terus mencari yang terbaik tapi jadikanlah yang ad  dari yang sudah Tuhan beri menjadi lebih baik, itulah pasangan terbaik bagi kamu seumur hidupmu hingga maut memisahkan.

baca juga: Cara Makan Yang Benar Ala Kiai Kholil

Disarikan dari kitab “Petuah Bijak dan Inspiratif Ulama Salaf dan Nusantara” karya A. Yasin Muchtarom.