Surat Cinta dari Sang “Mantan”

Esai

Cerpen

Ada seorang remaja dari sebuah desa. Usianya sekitar 15 tahunan. Ia baru lulus SMP dan akan melanglang buana meneruskan perjalanannya mencari ilmu ke kota.


Hipwee.com



Remaja ini bernama Sudrun. Dia masuk sekolah yang lumayan keren dan cocok dengan kondisi ekonominya. Ia merupakan siswa yang rajin, misalnya rajin tidur di kelas. 🤣

Dua-tiga bulan waktu untuk Sudrun beradaptasi dengan lingkungan dan atmosfer yang baru, termasuk teman baru.

Usia-usia Sudrun adalah usia awal pubertas, sehingga Sudrun sangat tertarik dengan wanita. Sudrun terkagum-kagum melihat kakak kelas yang cetar membahana dipadu dengan gincu yang merah merona. Yaa, inilah kota dengan kondisi yang berbeda sekali dengan gadis-gadis di desa.

Tak lama, Sudrun terpelet oleh kecantikan seorang wanita di sekolahnya. Namanya Mawar. Singkat cerita mereka saling tukar nomer WA, saling bercanda dan akhirnya mereka  berpacaran.

Awal pacaran sangatlah indah. Malam hari Sudrun selalu mengucapkan “selamat tidur'” dan kata-kata yang sedikit alay “Aku cium kamu dari kejauhan” ditambah emot lope-lope.
Cinta memang indah. Mawar memanggil Sudrun dengan sebutan Mas, Sudrun memanggil Mawar dengan sebutan Dek. Terlihat romantis bukan??

Panggilan ‘Mas’ dan ‘Dek’ berganti menjadi papah mamah, dan akhirnya berganti menjadi ‘Umi Abi’ agar terlihat lebih syar’i. Lima bulan pacaran, mulai timbul masalah. Sudrun sering tak punya data sehingga tidak bisa membalas chat dari Mawar.  Alhasil, Mawar pun marah-marah tak karuan ditambah lagi dia sedang PMS.

Hingga akhirnya Mawar meminta putus kepada Sudrun (sebenarnya permintaan putus ini hanya untuk mengetes Sudrun, dan mengingatkan Sudrun agar ia bisa lebih perhatian ke Mawar).

Tetapi apalah daya, Sudrun seorang lelaki yang tak peka terhadap wanita. Ia hanya bisa pasrah terhadap keadaan.

Mulai saat itu mereka berpisah tiada hubungan. Sudrun jarang WA Mawar karena tak punya kuota data, Mawar sebagai seorang wanita gengsi untuk chat duluan.

Tiga bulan berselang Sudrun menjomblo. Tepat pada hari ulang tahunnya, ada sebuah bingkisan di lokernya. Bingkisan itu berisi sebuah jam tangan dan sepucuk surat berbentuk love yang bertuliskan “Sudrun, sebenarnya aku masih mencintaimu dan aku tidak bisa melupakanmu, Salam rindu. ( Mawar)”.

Sudrun berkata dalam dalam hati “Ahh, sudahlah aku tak ingin menyakitimu lagi dan aku juga tak ingin kamu marah-marah lagi”. Aku pun sudah nyaman dengan kejombloanku ini…