Selain Tugu Lawet, Tugu Ini Juga Harus Ada di Kebumen

Esai

Tugu Lawet sebuah tugu atau monumen yang berada di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. 


Keberadaan tugu ini berkaitan erat dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Kebumen yaitu penghasil sarang Burung lawet. Daerah di Kebumen yang menghasilkan sarang burung lawet adalah Goa Karangbolong di desa Karangbolong Kecamatan Buayan, Goa Pedalen desa Argopeni kecamatan Ayah dan Goa Sawangan desa Karangduwur kecamatan Ayah. Daerah tersebut merupakan pemasok terbanyak sarang burung lawet di Kebumen dan Jawa Tengah. Namun hasil panen sarang burung lawet lambat laun kian menurun drastis. Salah satu penyebabnya adalah akibat tidak seimbangnya pengunduhan sarang burung dengan regenerasi populasi lawet.

Oke Bosquee, memang Kebumen terkenal dengan tugu lawetnya yang berada di pusat kota, letaknya di tengah simpang empat yang berjarak 100 meter dari alun-alun Kebumen. Memang saat ini yang menjadi ikonnya Kebumen adalah tugu lawetnya. Namun jangan salah, Kebumen juga punya ikon yang lain dan pantas untuk di bangun tugu sepertinya halnya tugu lawet. 


Berikut ikon yang bisa diusulkan untuk di bangun tugu di Kebumen.


Pertama, Tugu Lanthing. Lanthing bukan makanan yang asing lagi, bahkan lanthing juga termasuk makanan khasnya Kebumen. Sentra pembuatan lanthing bertempat di kecamatan Kuwarasan tepatnya di desa Lemah Duwur, sekarang ini pun sudah mulai merambah ke wilayah-wilayah lain di kabupaten Kebumen. Camilan yang terbuat dari bahan dasar singkong itu sudah terkenal sampai luar daerah Kebumen. Tidak jarang jika warga Kebumen hendak berkunjung ke sanak saudara di luar daerah tidak pernah absen membawa oleh-oleh lanthing. Maka ketika lanthing dijadikan ikon Kebumen tentu bisa menambah serta bisa dijadikan pusat industri yang bisa menambah penghasilan produsen lanthing dan pendapatan daerah. Jika benar terealisasi maka selain dijuluki kota lawet, Kebumen juga bisa dijuluki sebagai kota lanthing. Keren kan? Hheee. Tugunya pun bentuknya unik, bisa berbentuk angka 8 atau angka 0. Gimana Ges?


Kedua, Tugu Sate. Jika di Bandung ada gedung sate yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat, maka di Kebumen perlu ada tugu sate. Mengapa tugu sate? Karena di Kebumen ada sate yang khas, yaitu Sate Ambal yang sudah terkenal seantero negeri. Bayangkan jika di Kebumen ada  tugu sate, tentu lebih jossss kan? Selain unik, nantinya juga Kebumen bisa dijadikan destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi para kaum milenial, sate Ambal bisa di temukan di kecamaan Ambal. Sate tersebut berbeda dengan sate pada umumnya. Jika kebanyakan sate menggunakan bumbu kacang, maka sate Ambal lebih khas yaitu dengan bumbu tempenya. Gimana Lur sepakat?


Ketiga, Tugu Jenitri. Di Kebumen biji Jenitri cukup banyak diproduksi. Ada yang dibuat kalung, tasbih, gelang, maupun hiasan lainnya. Biji Jenitri juga sudah di ekspor keluar negeri misal ke negara Jepang, India dll. Di Kebumen, buah Jenitri banyak di temui di daerah pedesaan, seperti di kecamatan Klirong, Pejagoan, Sruweng, Karang Gayam dan Alian. Di  kecamatan Pejagoan, kususnya daerah utara, banyak di temui Pohon Jenitri, seperti di Desa Watulawang, Peniron, Pengaringan dan Kebagoran. Jadi Jenitri Kebumen sudah terkenal di berbagai negara. Sudah saatnya di Kebumen dibangun tugu Jenitri. Hmmmm.


Jadi, fungsi tugu adalah untuk memberi kesan ciri khas suatu daerah agar daerah tersebut dapat dikenal lebih luas. Kebumen potensinya banyak Lur, sepatutnya ada tugu yang lain. Mungkin ada usulan??? Wkwkwk.

Tigongdoso