Selain Sebagai Guru yang Baik, Pesantren Juga Menghasilkan Guru yang Baik

Cerpen

Banyak orang yang sangat percaya dengan kurikulum Pesantren. Lembaga pendidikan yang asli Indonesia, sudah teruji ratusan tahun mendidik dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan agama agama dengan ilmu umum ini nyatanya tidak pernah kekurangan pangsa pasar di masyarakat. Hal ini terbukti, disaat sekolah negeri mengeluh kekurangan siswa akibat sistem zonasi, nyatanya pesantren tetep kebanjiran peminat bahkan sampai menolak akibat kekurangan kelas.

Kita pasti setuju jika pesantren merupakan tempat yang baik bagi pembentukan karakter. Karakter adalah hal yang paling utama dalam pendidikan di pesantren. Karakter itu dibina bukan hanya dengan angka dan huruf di atas kertas, namun dijadikan pembiasaan, dari mulai dipaksa, terpaksa, bisa, terbiasa, sampai menjadi kebiasaan. Karakter tersebut ditumbuhkan dari aktivitas sehari-hari dalam menuntut ilmu di pesantren, maka tak heran pesantren juga menjadi obat bagi orang tua yang memiliki buah hati yang “mbeling”.

baca juga: Fatwa Dari Televisi

Pesantren memang tidak secara khusus mendidik santri untuk menjadi seorang Kyai. Banyak Kyai – Kyai yang mengatakan bahwa tujuan pesantren adalah untuk membuat orang bener. Syarat jadi orang bener adalah kita tahu ilmunya terlebih dahulu, sehingga kita tahu mana benar mana salah. Jika seseorang yang tidak tahu tapi bertindak benar, itu bukan benar, tapi kebeneran atau benar yang tidak sengaja. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya mereka belum tahu apakah itu benar apa salah.

Selain mendidik santri menjadi benar, dan menjadi guru yang terbaik bagi santri, nyatanya pesantren mampu menghasilkan guru – guru yang baik. Kita pasti ingat ada ulama yang mengatakan bahwa “santri kalau nggak ngaji ya mulang” kalimat ini sangat berkesan bagi saya karena ternyata guru yang dahulunya santri itu memiliki kualitas yang sangat bagus. Guru yang berlatar belakang santri, nyatanya bisa mengajar dengan baik sama dengan mereka yang lulusan kampus pendidikan.

baca juga: Polisi Samijo dan Pengendara Berpeci

Guru alumni pesantren atau berlatar belakang santri, memiliki karakter yang baik dalam mendidik, mungkin ini adalah kebiasaan dan budaya pesantren yang sudah sangat tertanam. Guru tersebut juga mampu merealisasikan karakter tersebut dalam mendidik, baik dalam menyampaikan ilmu atau dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang sejatinya adalah digugu dan ditiru, sangat pas dengan guru alumni pesantren yang selain sebagai penyampai ilmu, juga sebagai pedoman dalam berperilaku.

Guru pesantren juga memiliki etos kerja dan dedikasi yang tinggi. Ini yang menjadi ciri khas bahwa guru alumni pesantren terbawa dengan budaya santrinya. Santri memang dituntut dalam etos kerja, serta dedikasi karena ketika kita menyampaikan ilmu adalah ibadah yang luar biasa. Santri memang dituntut untuk mengamalkan ilmu, maka ketika santri berkesempatan menjadi guru, adalah kesempatan yang sangat dinantikan dalam melakukan pengamalan ilmu.

baca juga: Malam Jum’at Pertamaku di Pondok Pesantren

Sudah dapat dipastikan bahwa pesantren memang mampu mempertahankan kualitas keilmuanya ditengah pergolakan zaman. Pesantren tetap menjadi sumber ilmu dan penyempurnaan ahlak yang baik bagi para santri. Selain itu pesantren juga sebagai penghasil guru yang baik dan patut sebagai teladan bagi para muridnya.





Kamis, 18 Juli 2019
Ponpes Assalafiyyah II Mlangi Yogyakarta
Ditulis pas lagi slow ngajar
Jangan percaya foto, itu hanya foto ahli maksiat yang berdandan layaknya ahli ibadah