Salamun ‘ala Nuhin

AgamaCerpen

Lahumul Fatihah.

Hampir 10 tahun berlalu, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Jiwaku adalah jiwa petualang. Menjadi bocah pada umumnya di pedesaan.

Pagi sekolah, siang bermain, sore ngaji ke TPQ, malam kami ngaji di langgar/mushola. Setelah ngaji kami masih bermain petak umpet di kompleks langgar, dulu kami menyebutnya lithongan/pong-pongan. Lebih dari 20 anak waktu itu, dan sungguh suatu hal yang sangat aku kangeni.

Ketika hari libur tiba, agenda kami adalah bersih-bersih mushola, lanjut mandi di sungai. Pernah tenggelam juga waktu itu, sampai tidak bisa bicara. Tempatnya menjadi hal yang bersejarah karena sungai itu adalah bekas kuburan Kedung sengon. Kegiatan kami lanjutkan dengan mencari ikan, dulu masih banyak sekali ikan srewet, mando, & bogo. Berbeda dengan Sun Go Kong yang berjalan mencari kitab suci ke arah barat. Kami mencari ikan ke arah utara, sampai di lokasi yang disebut guguran atau kontrakan. Kontrakan disini bukan sebuah rumah kos, tetapi hutan Pinus yang digarap oleh para petani. Sudah jauh dari pemukiman warga.

Tatkala berpetualang mencari ikan, atau bahkan mencari burung di sawah, sering kali kami menemui hewan-hewan seperti ular & anjing liar.

Ketika bertemu dengan hewan hewan tersebut. Terbesit di pikiran kami, bahwa orang tua kami sudah berpesan “Apabila kamu bertemu dengan hewan buas, ucapkan kalimat SALAMUN ‘ALA NUHIN. Kami bertanya, Ben ngapa Mak? ( Untuk apa Bu). Sudah, ucapkan saja dengan lantang kalimat itu.

Ini seperti kebanyakan orang Jawa, tidak memperbolehkan seseorang duduk di meja, ataupun duduk di pintu. Katanya Ora Ilok.

Ternyata sepuluh tahun selanjutnya, aku baru menemukan apa sebenarnya maksud dari Salamun ‘ala nuhin ini. Ternyata ini kaitannya dengan Nabi Nuh, dahulu kala nenek moyang para binatang berhutang jasa kepada nabi Nuh, sebab mereka ikut menumpang di kapal Nabi Nuh. Maka barang siapa yang mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi Nuh, akan mengingatkan jasa manusia kepada kaum binatang, dan agar binatang – binatang buas tidak menganggu manusia.\

Pict illustration : https://gosulsel.com/2015/12/14/putri-indah-si-cantik-yang-senang-bermain-ular/