Puisi “Daun Jendela”

PuisiSastra

Ilustrasi Puisi “Daun Jendela”

Ketika ku melihatmu dibalik sekat daun jendela
Wajahmu yang indah terhalang kaca yang begitu kusam
Penuh debu mengalihkan pandanganku yang menggebu-nggebu
Mengintip dari luar, lewat celah lubang ketidakmampuan
Kuusap debu itu, lahirlah secercah pandangan menyejukan
Rasa bersalah menghantuiku ketika melihatmu menangis atas penyelasan
Karena sebuah keadaan yang memang sudah direncanakan

Andaikan tak ada jendela maka aku usap air matamu
Agar tak jatuh kemana-mana
Berharap daun jendela bisa menyampaikan pesanku
Apalah daya engkau hanya daun jendela yang tak kemana
Begitupun aku yang hanya dibalik jendela
Yang melihat kesedihan tapi tak bisa berkuasa
Menyaksikan Tuhan yang Perkasa
Yang Maha mengabulkan segala doa.
Tigongdoso, Desember 2018.