Kecantikan Wanita Itu?

Esai

Hampir lima bulan lebih saya vakum menulis di Tigongdoso.com, tidak seperti kawan saya yang bernama Mas Eko Siam. Beliau sering menulis dan mengikuti lomba menulis di berbagai media. Tepat sekitar akhir bulan Maret 2020 adalah terakhir saya menulis di blog ini, dan baru memulai lagi sekarang. Jangan tanya alasan, yang jelas lagi pusing.

Biasanya saya sih menulis seputar kegiatan keseharian, hal konyol terkadang juga serius. Untuk kali pertama saya ingin rasanya menulis seputar kewanitaan. Jangan salah paham dulu ya Sob, bukan membahas tentang sistem reproduksi wanita ya, hehe. Kalau pengen tau seputar itu tanyakan langsung ke dokter Boyke saja sana. Tetapi yang ingin saya bahas adalah hal yang melekat dari seorang wanita yaitu cantik atau kecantikan.

Mungkin dari kalian ada yang menganggap sedikit aneh, emang agak aneh si saya nulis seperti ini. Ada sebab yang melatarbelakangi saya untuk menulis bab ini, yaitu saat saya menonton video di channel youtube-nya Najwa Shihab yang berjudul “Yang Lucu tapi Tidak Mau Ditertawakan | Catatan Mata Najwa”. Konten tersebut membahas seputar demokrasi dan kemerdekaan tertawa. Kalau kita amati seluruh videonya, tidak ada korelasinya sama sekali antara kecantikan dengan isi konten youtube-nya Najwa Shihab atau sering di sapa Mbak Nana. Coba cek saja!

Eitss…tunggu dulu. Kalau kita gulir ke bawah, di kolom komentar video tersebut banyak netizen yang mengomentari seputar kecantikan Mbak Nana, memang sedikit aneh si netizen +62 antara konten dan komentar nggak nyambung. Seseorang pria berkomentar “Najwa Shihab is a definition of beauty inside and outside, can’t agree more” atau bisa kita artikan “Najwa Shihab adalah definisi kecantikan di dalam dan di luar, sangat setuju” dan masih banyak komentar lainnya yang hampir senada.

Nah, ini yang memprovokasi saya untuk mencoba membahas kecantikan dari perspektif yang saya rasa. Kita biasa mendengar pendapat orang bahwa kecantikan sering diidentikan dengan tampilan fisik yang bohay, kulit putih sampai transparan, alise nanggal sepisan, mripate damar kanginan, mlakune mblarak sempal, irunge mbuto terong, bodine kaya gitar spanyol dan masih banyak istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan kecantikan fisik wanita. Fenomena standar kecantikan salah satunya disebabkan karena adanya anggapan bahwa perempuan yang cantik adalah perempuan yang memenuhi sederet kualifikasi yang saya sebutkan tadi. Benarkah demikian?

Beberapa dari wanita banyak yang berusaha untuk membuat presepsi terlihat cantik di mata orang lain. Namun, sayangnya banyak yang terlalu fokus dalam memaksimalkan tampilan fisiknya, hingga sedikit mengabaikan potensi kecantikan yang sebenarnya bisa digali dari sisi yang lain, dan praktis itu bisa menambah kesan kecantikannya. Ada yang merasa gemuk akhirnya melakukan program diet sampai menyiksa dirinya, ada juga yang merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya sehingga membawa seseorang itu merubah sedikit bentuk fisiknya. Sebenarnya sah-sah saja sih. Jika ada dari sebagian wanita yang ingin menonjolkan sesuatu yang sebenarnya sudah menonjol, eh maksudnya potensi dalam dirinya justru itu baik. Hee.

Apabila melihat kecantikan dari kacamata yang lebih luas, kecantikan dapat diartikan sebagai sesuatu yang kita sukai, sesuatu yang mampu menarik perhatian, mempesona, menginspirasi sehingga mampu membuat orang merasa wanita itu cantik. Tetapi apakah menarik perhatian orang hanya dari fisik yang oke?

Mencermati kembali dari komentar netizen terhadap Mbak Nana, saya rasa setuju. Dengan parasnya yang anggun, diimbangi dengan prestasi dalam berkarya serta tidak ada stigma negatif yang muncul di kalangan masyarakat, saya kira itu kombinasi yang lengkap dan pantas dijadikan role model wanita cantik. Tapi sayange Mbak Nana wis nduwe bojo…haha. Saya hampir tidak bisa membayangkan perasaan yang dialami mantan pacarnya Mbak Nana dulu. Ambyarrrr nggak yah…?

Artinya, kecantikan itu tidak berdiri secara tunggal, akan tetapi secara keseluruhan, gabungan dari beberapa faktor, baik fisik, mental, finansial, atau spiritualnya. Dengan demikian sebaiknya tidak dipandang dari satu sisi saja. Kecantikan secara arti luas adalah persepsi yang menimbulkan rasa senang. Apabila kita terus membuat rasa senang banyak orang sebagai hal eksternal maka kecantikan itu tergantung apa yang dipersepsikan orang lain. Tetapi jika rasa senang itu dimunculkan dari citra diri yang kuat dalam hati seseorang, maka karismanya akan terpancar keluar (orang lain). Dan itulah yang membuat wanita terlihat lebih cantik.

Jadi sebenarnya kita perlu menggeser mindset kita, bahwa rasa senang dalam diri sendiri adalah hal yang harus diusahakan. Rasa senang itu bisa dilakukan dengan menerima diri sendiri secara utuh. Dengan begitu kita akan merasa lebih bahagia.

Kesimpulannya, kecantikan itu bisa diperoleh dari segi apa saja, dari fisik, spiritual dan perilakunya, tergantung dari mana seseorang memandangnya.

Kalau pacar saya cantiknya level dua belas, wajah mirip Dian Sastro, hatinya seperti Baim Wong (suka kasih giveaway) dan solehahnya seperti Ayana Moon, pokoknya paket kumplit lah.

Saya dengar sayup-sayup di telinga “Woyyyy…….!”

“Tangiiiii…..wis awan!” saya kaget dan terbangun dari tidur.

Ternyata hanya mimpi, dan hatiku pun bertanya-tanya “emang punya pacar ya?”

“565jfygfydfsh…..xhdfk….!”

Sumber foto: www.diadona.id/