Kasus Harian Kaum Perokok

Esai

Para kaum perokok pasti pernah mengalami kejadian seperti; pas baru pulang dari tongkrongan bersama teman-teman, begitu sampai rumah, sudah nyantai duduk di sofa, giliran mau ngrokok malah korek apinya tidak ada. Lalu kita mulai mencari korek api kita di saku celana, di tas yang tadi di bawa waktu nongkrong tapi tetap tidak ketemu. Akhirnya dengan terpaksa kita menyalakan rokoknya memakai kompor di dapur. Atau malah pas kita baru pulang dari tongkrongan, giliran kita mau ngrokok tiba-tiba baru nyadar kalo kita tidak sengaja ngambil korek milik teman kita.

baca juga: Fatwa Dari Televisi


Kita pasti sepakat, kasus kehilangan korek api seperti yang penulis contohkan bagi para kaum perokok bukanlah hal yang remeh temeh, walau kenyataannya harga korek api tidak seberapa. Tapi pada saat-saat tertentu kehilangan korek api nyatanya sangat njengkeli (bikin marah) bagi para kaum perokok. Kadang yang sebelumnya kita tidak su’udzon sama teman sendiri gara-gara korek kita hilang, seketika berubah menjadi su’udzon. Lalu dengan mudah menyangka si A atau si B yang sudah sengaja mengambil korek api milik kita.


Baiknya kalau kita sebagai orang yang kehilangan korek api, mending berkhusnudzon mungkin kita sendiri yang lupa naruh korek apinya, atau kita lupa membawanya pas kita mau pulang dari tongkrongan, atau mungkin ada teman yang tidak sengaja ngambil korek api kita sebab saking asyiknya topik obrolan di tongkrongan. Kita perlu menyikapi hal kecil seperti ini dengan cara-cara yang baik, agar diri kita tetap strong dan tidak merugikan diri sendiri hanya karna masalah sepele seperti kehilangan korek api.


baca juga: Ketika Buruh Tani Meminta Barokah kepada Kaum Santri


Dan jika kita sebagai kaum perokok merasa kalau tangan kita mulai sering mengambil korek api punya teman walaupun itu tidak disengaja, baiknya kita mulai berhati-hati dan menjaga tangan kita agar tidak melakukannya lagi. Bisa jadi ketidaksengajaan mengambil korek api yang sering kita lakukan akan merambah ke sesuatu yang lebih besar nilainya. Sebab walau bagaimanapun, korek api yang kita ambil adalah hak teman kita.


Selama kita masih mengabaikan perilaku seperti ini, bukan tidak mungkin tangan kita akan terbiasa nyolongan. Kita menjadi gampang mengambil hak orang lain tanpa pikir panjang. Merugikan orang lain secara materi itu sudah pasti, tapi pada akhirnya diri kita sendiri yang akan paling di rugikan; Menjadi orang yang hina di hadapan orang lain dan kelak akan sangat hina di hadapan Tuhan. Na’udzubillahi mindzalik