Jalan Singkat Menuju Terluka

Esai

Setiap orang tentu tidak mau terluka. Baik terluka secara fisik maupun secara jiwa (hatinya). Dampak yang terjadi akibat terluka dan rasa sakit yang mendalam menjadi sebab mengapa anak cucu Nabi Adam tidak mau terluka. 
Kendati manusia tidak mau terluka, nyatanya banyak yang akhirnya mendapatkan luka, baik fisik maupun jiwanya. Hal ini diakibatkan oleh ulah manusia sendiri, yang cenderung ceroboh dan abai sehingga berakhir dengan luka. 
 

Antara luka fisik dan luka jiwa (hati) tentu tidak ada yang mau mengalaminya. Namun, ada hal menarik yang bisa ditengok dari skenario luka di hati yang cenderung itu-itu saja. Kecenderungan ini membentuk sebuah siklus yang jika ditelisik adalah sebuah tahapan yang membuat orang terluka. Adapun tahapan hati orang bisa terluka bisa dibagi menjadi empat tahap yakni;

1. Kenalan

Kenalan merupakan pintu masuk bagi setiap perpisahan, yang membuat hati terluka. Kenalan yang mengesankan biasanya adalah perkenalan yang tidak sengaja. Tidak sengaja duduk bareng pas ujian akhir misalnya, jika menganut sistem seperti di SMP ku dulu yang duduk nya diacak dengan kaka tingkat. Kenalan satu kelas, satu temen organisasi atau satu forum, bisa juga satu jamaah. Kenalan juga akan meninggalkan kesan pertama yang nantinya akan lanjut pada tahap selanjutnya, atau cukup ditahap kenalan sajah.

2. Nyaman

Tahap kedua ini merupakan lanjutan dari tahap yang pertama yakni nyaman. Kalau sudah nyaman, apapun dan bagaimanapun juga tidak akan berpengaruh untuk berpaling. Nyaman adalah kunci sebuah hubungan, namun juga racun yang nantinya bisa mematikan. Nyaman bisa menjadi racun jika kita nyaman dengan orang yang salah, yang seharusnya tidak kita harapkan untuk memberikan kenyamanan. Hal inilah yang menjadikan kita berharap kepada orang yang memberikan kenyamanan, namun jika tidak bisa memberikan apa yang kita harapkan bersiaplah menata hati untuk terluka. 

3. Sayang – sayangan

Tingkatkan selanjutnya yang lebih tinggi dari nyaman adalah sayang. Orang yang telah membuat nyaman tentu akan kita sayang, begitu juga sebaliknya. Entah apapun hubungannya yang penting sayang dan nyaman. Entah itu pacaran yang disamarkan dengan kakak adek an, ayah dan anak, om dan keponakan, guru dan murid atau hubungan lain yang tersurat padahal yang tersirat ya “pacaran”. 
 
 
Apalah arti tersurat yang penting tersirat, apalah arti sebuah baju yang penting orangnya , apalah arti sebuah wadah yang penting isinya. Lantas apalah arti sebuah hubungan, toh yang pergi rasa sayang dan nyaman nya, iya toh ? Nah kebanyakan dari kita adalah sayang kepada orang yang salah, atau disayang sama orang yang salah. Karena dengan sayang itu, kita tak dapat berharap banyak dari hanya sekedar rasa. 

4. Ditinggalkan

Tahap terakhir ini adalah ditinggalkan. Ini adalah tahap yang membuat hati orang terluka. Betapa tidak, sudah nyaman dan sayang, namun harus ditingkatkan. Motif dari tindakan ke empat ini bisa karena sudah bosan, atau karena ada yang lebih bisa membuat nyaman dan sayang. Hal yang menyakitkan adalah jika lagi sayang – sayangnya kemudian ditinggalkan. Namun demikian, lebih menyakitkan jika dirinya yang mengajak kenalan, dirinya yang bikin nyaman, dirinya yang ngaku sayang, pas kita udah sayang eh malah ditinggalkan. Sakit nggak ? Sakit gaes, hati siapa coba yang nggak terluka ? 
 

 

Nah itu gaes, siklus kenapa hati bisa terluka, itu adalah jalan singkat menuju hati yang terluka. Makanya kita harus hati-hati kepada siapa saja yang buat kita nyaman, kadang kenyamanan adalah racun yang berakhir dengan kesakitan. Toh kadang mereka yang membuat kita terluka tidak mau bertanggungjawab atas tidaknya membuat hati kita terluka. 


Sumber : Twitter kang Maman sayang saya kembangkan sendiri penjabarannya