Humor Naik, Baper Juga Naik

Esai



Humor adalah sebuah bahasa universal yang bisa diterima berbagai kalangan dan segala zaman. Karena humor memiliki sikap yang cenderung dilakukan untuk membangkitkan rasa gembira dan memicu gelak tawa. Siapapun pasti menyukai guyonan. Bahkan, humor itu tidak pernah melihat kasta mulai dari; petani, sopir angkot, artis, sampai presiden pun menyukai humor. Siapa sih yang nggak suka humor?

Manfaat humor sangat banyak sekali salah satunya; (1) Membuat lawan bicara lebih nyaman. Mungkin yang pertama ini mampu menjawab pertanyaan dari para jomblo. Kenapa sih banyak wanita cantik, modis, namun mendapatkan pasangann yang nggak sebanding alias biasa-biasa saja atau sebaliknya. Ganteng nggak, jelek iya.hehe. Iya sih, ganteng cantik memang relatif karena selera masing-masing orang jelas tentu berbeda. Jawabannya adalah nyaman. Jika seseorang banyak humornya yang pasti pasangan pun akan merasa nyaman. (2) Membuat anda lebih kreatif. Perlu diingat humor itu bukan berarti mengejek dan merendahkan orang lain, namun mengambil sesuatu kata yang lucu dan unik untuk dibicarakan. Sering-seringlah melakukan agar selera humor kamu tinggi dan menjadi lebih kreatif. (3) Bisa mengurangi stres. Stres bisa diakibatkan dari banyak masalah, pekerjaan numpuk dll. Biasanya untuk menghilangkan stres dalam diri kita solusinya adalah mencari tempat yang menghibur. Misal, nongkrong bareng teman yang gokil. Secara tidak langsung bisa mengurangi kadar stres dalam diri kita. Namun, kalau suka senyum bahkan tertawa sendiri juga bisa dikategorikan orang stres.hee. Oke, masih banyak manfaat humor yang lain terkhusus untuk kesehatan fisik dan psikologi manusia.

Di Indonesia saat ini selera humor naik sangat signifikan. Terbukti akhir-akhir ini banyak bermunculan konten-konten meme dan video yang mengundang gelak tawa netizen. Contohnya vloger “Mael Lee” konten videonya yang ekstrem dan gokil. Dalam adegannya rela terpental ke sungai hanya untuk mendapatkan rekaman yan menarik. Kalo saya sih nggakmau, bisa-bisa pulang ke rumah langsung minta pijet.hee. Sangat jelas maksud dari Mael Lee agar penontonnya bisa terhibur, para jomblo yang sudah karatan bisa tersenyum bahagia. Tetunya masih banyak konten-konten dari kreator yang lain yang membuat anda bisa tertawa terbahak-bahak.

Ditengah-tengah moncernya hasrat humor di Indonesia namun sensitifitas seseorang, kelompok malah semakin menjadi-jadi. Nalarnya, semakin banyak orang melucu seharusnya hubungan insaniyahnya pun semakin rukun dan bahagia. Banyak yang salah mengartikan humor, kubu sebelah sini niatnya ngelawak ditangkap oleh kubu yang lain serius, atau pun sebaliknya. Kalau demikian yang salah siapa orangnya atau humornya? Jelas yang salah adalah orangnya. Buatlah humor yang berkelas dan tentunya nggakgaring. Semestinya kita harus cerdas dalam menentukan lelucon dengan melihat kondisi. Saat kondisinya sakral berarti kita harus menahan leluconnya.

Kalau untuk urusan ngelawak bangsa Indonesia pernah memiliki seorang tokoh yang sangat hobi humor, bahkan selalu ditunggu joke-jokenya oleh penggemarnya yaitu presiden ke-5 Republik Indonesia K.H. Abdurrahman Wahid  atau sering disapa “Gus Dur”. Saat masih menjabat sebagai presiden, Gus Dur mampu menggunakan lelucon dalam segala hal. Leluconnya mampu mencairkan suasana yang tegang, membuat musuh menjadi kawan, atau bahkan untuk melontarkan kritikan. Menggunakan selera humornya untuk kebenaran.


Humor Naik, Baper Juga Naik.

Salam telungpuluh!