Film India Bukan Hanya Jogednya, Tapi?

Esai

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar film Bollywod (India), pasti yang terbesit diingatan kita adalah film dengan joged-joged ala India dengan menggunakan pakaian adatnya berupa kain yang disampirkan di pundak atau biasa disebut dengan dhoti atau lungi. Ternyata film India bukan hanya menampilkan tariannya namun yang menjadi ciri khas adalah durasi film yang cukup panjang 2-3 jam. Mungkin itu yang selalu ingin ditampilkan oleh produser-produser film Bollywod agar karakter India-nya bisa dikenal di belahan dunia.

Aamir Khan (kiri) dan Ishaan.

Oke. Saya termasuk penggemar film India yang dibintangi oleh aktor kawakan Bollywod yaitu Aamir Khan, dia berasal dari keluarga Muslim Pathan yang memang telah aktif terlibat dalam industri film India selama beberapa dekade.

Banyak penolakan bahkan menjadi bahan tertawaan dari teman-teman ketika saya tarwarkan untuk menonton film Bollywod, Yah, memang genre film setiap orang berbeda, sekali-kali lah saya tawarkan yang film yang melow.

Temen saya kebanyakan menyukai film yang ber-genre action karena memang hidupnya keras yaitu preman pasar (gadungan)hehe. Secara lah preman dikasih film nangis-nangis pasti ogah.hehe
Saat itu kebetulan kami sedang bareng sebut saja Ibnu atau akrab disapa Nunu di sebuah tempat di Kebumen. Karena sudah ngobrol ngalor ngidul ora jelas saya pun menawarkan film ke Nunu.

Nu, nyong due film apik kiye?” kataku.
Film apa si mbah?” jawab Nunu (mbah adalah sapaan akrab ketika kita berkumpul).
Film India, tek jamin maen” tambahku.
“Lah, aja film India isine kur nembang-nembang tok. Liane!” jawab Nunu.
“Aja salah, ditonton disit mengko nembe komen, sediakna tisu ya?hehe” kataku sambil membuat ia penasaran.
Sori ya enyong nangis, ndeleng film kaya kue” jawab Nunu sedikit gengsi. 
Oke, kita buktikan!” sambil ku persiapkan filmya.

Selanjutnya saya putarkan film yang berjudul “Tare Zameen Par” film yang menceritakan tentang seorang anak kelas 3 yang duduk di bangku sekolah dasar bernama Ishaan Nandkishore Awasthi. Ishaan adalah seorang anak yang tidak bisa mengikuti kegiatan di sekolahnya dengan baik, ia dicap sebagai anak yang bodoh dan nakal. Tak hanya itu Ishaan juga memiliki kesulitan dalam membaca maupun menulis, ia kesulitan mengenal huruf, misalnya sulit membedakan antara “d” dengan “b” atau “p”. Dia juga susah membedakan suku kata yang bunyinya hampir sama, misalnya “Top” dengan “Pot” atau “Ring” dengan “Sing”. Bukan hanya itu, dia juga sering menulis huruf secara terbalik. Karena kekurangan Ishaan tersebut ia pun sering mendapat nilai yang buruk di sekolah dan tidak pernah mengerjakan pr sehingga para guru pun sering menghukumnya. Meski begitu, Ishaan memiliki suatu kelebhan yaitu melukis. Berbanding terbalik dengan Ishaan, kakaknya, Yohan adalah seorang anak yang sangat pintar dan cerdas. Ibu Ishaan seringkali mengajarinya pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah, namun Ishaan akan selalu melupakan pelajaran yang telah diberikan sehingga lama kelamaan ibunya pun lelah. Ayah Ishaan adalah seseorang yang keras ia sering membandingkan Ishaan dan kakaknya. 

Pada puncaknya Ishaan dimasukkan kedalam asrama karena ketahuan bolos sekolah dan berjalan jalan sendirian keliling kota. Namun tak ada perubahan yang berarti meskipun Ishaan telah pindah ke asrama. Ia bahkan lebih sering menerima hukuman dari gurunya karena tidak bisa mengikuti aturan yang ada. Ishaan sebenarnya sudah berusaha namun semakin ia berusaha maka ia semakin bingung karena ia measa semua huruf itu menari nari di kepalanya. Karena tekanan yang ia terima dari guru dan ejekan dari teman temannya Ishaan pun tidak mau menggambar lagi.

Kemudian datang seorang guru kesenian pengganti sementara yang bernama Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Guru baru ini mempunyai cara mendidik yang baru, Ram membuat mereka berpikir keluar dari buku-buku dan imajinasi mereka. Setiap anak di kelasnya merespon dengan antusias yang besar kecuali Ishaan. Ram kemudian berusaha untuk memahami Ishaan dan masalah-masalahnya. Ram menyadari bahwa Ishaan menderita penyakit disleksia, sebuah kesulitan dalam membaca, menulis dan menghitung. Ram menyadari kondisi Ishaan karena dulunya ia pun mengalami gejala disleksia. Padahal, sebenarnya seseorang yang mengalami disleksia memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi. Jika tak diasah dengan kesabaran dan keterampilan dalam mendidik, maka sang anak akan terus terjerat dalam ketidaktahuan dalam membaca dan menulis. Ia mecontohkan tokoh-tokoh dunia yang mengalami disleksia sehingga melejitkan semangat Ishaan dalam belajar. Dengan waktu, kesabaran dan perawatan Ram berhasil dalam mendorong tingkat kepercayaan Ishaan. Dia membantu Ishaan dalam mengatasi masalah pelajarannya dan kembali menemukan kepercayaan yang hilang. Ia mampu mengajak anak didiknya itu memahami dan menyeberangi lautan ilmu dengan proses yang menyenangkan.

Ram pulalah yang menyadarkan orang tua Ishaan bahwa anaknya mengalami disleksia. Setelah menemui orang tua Ishaan, Ram kemudian memohon kepada Kepala Sekolah (asrama) agar Ishaan diberikan kemudahan dan tidak dikeluarkan. Dimana ia nantinya yang akan membantu Ishaan agar dapat membaca dan juga menulis. Kemudian untuk meningkatkan kepercayaan diri Ishaan dan memperlihatkan kelebihan Ishaan dalam melukis, Ram mengadakan lomba melukis bagi guru dan murid di asrama tersebut.

Ishaan keluar sebagai pemenang. Hasil lukisannya dan juga lukisan Nikumbh dipakai sebagai sampul buku tahunan sekolah tersebut. Selain itu di akhir sekolah, nilai-nilai Ishaan pun tidak lagi di bawah rata-rata. Ia sudah mampu bersaing dengan teman-temannya. Begitulah gambaran singkat film tersebut.

“Apik kan filme? Kue dijiot tisune? gkgk” selorohku sambil ngece.
“Asem lah” jawab Nunu dengan perasaan haru.

Tidak hanya Nunu, salah satu admin Blog Tigongdoso yang juga sahabat saya  bernama Eko Siam pun menjadi korbannya.hehe. Memang film ini sebenarnya sindiran untuk orang tua yang bahwa perannya penting dalam masa tumbuh kembang anak. Banyak juga orang tua yang menuntut agar anak bisa A atau B. Peran guru pun tak kalah pentingnya sebagai orang tua kedua bagi anak. Setiap anak pastilah memiliki bakat yang dia dapatkan dari lahir. Sehingga sebagai seorang guru ataupun orang tua hendaknya mendukung agar bakat alami yang dimiliki oleh anak bisa berkembang. Karena setiap anak memiliki bakat yang spesial. 

Masih banyak lagi film yang dibintangi Aamir Khan seperti; 3 Idiot, Brajangi Baijaan (toleransi antar umat beragama), Lagaan (Perjuangan), PK (Toleransi Umat Beragama), dan lai-lain.
Jangan lupa kalau nonton siapkan tisu ya? gkgk. Tidak hanya menghibur namun mendidik. 

Salam Telungpuluh!