Cara Makan Yang Benar Ala Kiai Kholil

Tokoh

Suatu ketika, Kiai Kholil bersama para kiai berada dalam suatu majelis undangan. Beberapa orang yang hadir melecehan kebiasaan Kiai Kholil yang selalu makan nasi dengan tangan tanpa sendok. Menghadapi lecehan orang tersebut Syaikhuna Kholil hanya tersenyum. Setelah itu, sambil bercanda dijawab dengan bait ke-63 dari kitab Alfiyah.


وَفِي اخْتِيَارٍلَايَجِيْءُالمُنْفَصِلْ ⇛⇚  إِذَاتَأَتَّى أَنْ يَجِيْءَالمُتَّصِلْ

Artinya: “Dalam keadaan tidak kepepet tidak boleh mendatangkan dhomir terpisah * selagi masih memungkinkan mendatangkan dhomir yang bersambung”.

baca juga: 7 Pesan Kiai Kepada Santri Setelah Lulus Mondok

Jawaban Kiai Kholil tersebut maksudnya adalah dalam keadaan tidak kepepet atau darurat, tidak boleh mendatangkan atau memakai sendok (karena terpisah tangan dan nasi), selagi masih bisa menggunakan tangan (karena bersambung tangan dan nasi). 

baca juga: Kiai Haji Mustofa, Kiai Kampung Sang Pewaris Nabi

Tetapi, apabila jika tidak memungkinkan memakai tangan (dhamir muttasil) karena kotor misalnya, tiada pilihan lain kecuali meminta bantuan dengan menggunakan sendok (dhamir munfashil). Jadi, cara makan yang benar menurut kitab Alfiyah saat itu adalah memakai tangan, bukan sendok.

Dikutip dari buku biografi Kiai Kholil Bangkalan, ‘Surat dari Anjing Hitam’.