Antologi Jurnal “Liburanku” Kelas XI Multimedia SMK Maligo (Part 1)

Esai

Dibaca dari judulnya sudah jelas, bahwa tulisan ini adalah sekumpulan karya dari teman-teman kelas XI Multimedia SMK Ma’arif 5 Gombong tentang pengalamannya selama liburan sekolah. Ada yang mengisi liburan dengan penuh suka cita, ada yang biasa-biasa saja, ada pula dari mereka yang merasa waktu liburan itu seperti penjara baginya. Terbiasa diberi uang saku saat sekolah, kemarin mereka harus berpuasa untuk mendapatkan uang saku. Ngenes banget ya…

Menurut saya liburan bukan soal kita pergi ke tempat yang indah, ramai, sejuk, atau jauh sekali pun untuk mendapatkan kesenangan. Jika, hanya berdiam diri, rebahan sambil nonton film (India), makan tidur untuk mengisi liburan, dan dengan cara tersebut sudah bahagia, saya rasa itu sudah lebih dari liburan. Intine senenggggg…..

Oke langsung saja tanpa kebanyakan cincong saya akan menyuguhkan tulisan dari teman-teman kelas XI Multimedia yang luar biasa menurut mereka, tentu saya juga. Bukan soal baik atau kurang baik, tetapi keberanian untuk menulis itu yang perlu kita apresiasi. Karena keberanian tidak melulu soal gelut melawan begal, tetapi berani melawan kebebalan dalam menulis itu juga sudah termasuk implementasi dari keberanian. Kebenaran biasa muncul dari tindakan, tidak jarang juga kebenaran lahir dari goresan pena.

Tulisan mereka NO EDIT……!!! NO EDIT……!!! Saya melampirkan apa adanya dari apa yang mereka tulis, biar mereka tetap bangga dengan tulisannya. Biar lucu juga, gkgk.

Yang pasti kesalahan dalam penulisan akan dibahas bersama di forum yang lebih josss yaitu kelas. Mohon maaf jika masih banyak kesalahan dalam kepenulisannya, mohon untuk dimaklumi.

Cekidottttt…..!!!


MENGISI LIBURAN DENGAN MENJUAL BUBUR

Oleh : TegarTriyadi

Perkenalkan saya Tegar Triyadi. Saya akan menceritakan liburan saya, liburan ku sungguh menyenangkan yang awal hanya rebahan, tiduran main hp, dan jajan. Tapi semua sirna saat sore hari ibu saya menyuruh saya untuk membantu kaka sepupu saya untuk berjualan bubur ayam, saya berfikir sejenak dan akhirnya saya memutuskan untuk membantu.

Awalnya saya harus bangun pagi pukul 03:30 WIB, ya cukup menggangu kebiasan ku yang banggun jam 07:00 WIB. Saya bangun tidur  pukul 03:00 WIB dan segera mencuci  muka menganti pakaian dan harus berjualan bubur di dekat Benteng Van De Wijck saya berangkat dengan naik motor jarak tempat jualan dan rumah memang tidak terlalu jauh, tapi banyak hal yang membuat saya menjadi males dengan keadan sepi gelap, ngantuk dan agak takut.

Dan sesampai nya di sana aku membantu memasang grobak bubur memasang terpal dan menyiapkan bangku setelah itu pulang ke rumah kaka sepupu ku untuk mengambil bubur, abon, sledri, santan, krupuk, dll. Tepat pukul 05.00 WIB kami pergi ke gerobak yang sudah di siapkan tadi sampai di sana saya segera membantu mengambil dan menaruh di tempat. Sambil menunggu pembeli aku menyiapkan ayam aku meyuiri (irisan tipis) daging ayam sampai banyak dan kaka sepupu saya menyiapkan santan ke dalam plastik.

Pukul 06:00 WIB pembeli mulai berdatangan, kaka sepupu ku melayani pembeli dan saya menyiapkan santan sambal dan mewadaih untuk di berikan pembeli semakin ramai karna pukul 06:00 – 07:00 WIB adalah waktu krusial pembeli untuk sarapan. Kurang lebih pukul 08:00 bubur tinngal sedikit dan kaka sepupuku mengambil dan saya ditinggal sendiri, awalnya hanya ada satu pembeli dan saya bersikap biasa karna hanya satu dan tak lama datang lagi secara bergiliran saya merasa panik karena baru pertama, itu bukan puncak kepanikan ku saat sedang ramai sendiri ada orang naik mobil memesan 10 bubur. Saat itu saya cepat menghubungi kaka saya untuk segera datang dan mengambil bubur.

Banyak hal yang saya dapat dari belajar menjual bubur pukul 09:00 WIB pembeli sudah jarang kami mengobrol dan saya bertanya omset menjual bubur modal dan saya agak heran karena dalam satu bulan omset penjualan bisa mencapai 15 sampai 20 juta rupiah. Belum lagi saat lebaran bisa meraih ke untungan satu hari 2 juta dan terkadang pihak benteng memesan untuk tamu sebanyak 80 bungkus. Jam menunjukan 10:00 WIB kami bergegas beres-beres dan pulang sudah tiga panci bubur yang habis hari ini. Itulah pengalaman ku saat liburan.

Pak Guyu: “Mantappp…. lanjutkan! Semoga kamu jadi tukang bubur sukses, naik haji, terus main film di RCTI. hehe”


PENGALAMAN SAAT LIBUR SEKOLAH

Oleh: Turyono

Libur sekolah identik dengan jalan-jalan atau liburan mungkin ada yang keluar kota dan lain-lain, namun tidak dengan saya, disaat libur sekolah saya hanya liburan di rumah saja. Ya begitulah saya yang sehari hari hanya kumpul bareng teman, dan kadang-kadang membantu orang tua. Liburan tidak perlu jalan-jalan keluar kota atau yang lainnya, asalkan kita menikmati waktu liburan walaupun haya di rumah kumpul bareng teman teman ngopi-ngopi dan lain sebagainya.

Kan jarang-jarang saya kumpul bareng teman yang ada dirumah karena saya sekolah sambil mondok di asramah dan pulang hanya seminggu sekali itu pun jarang karena asramah sudah saya anggap sebagai rumah kedua saya, dan kadang-kadang saya rindu denggan suasana asramah untuk menggobati rasa rundu sesekali saya ke asramah.

Salah satu pengalaman waktu liburan yang paling menarik bagi saya yaitu pada saat saya sedang mejalankan tugas PRAKERIND atau yang biasa disebut PKL. Pada suatu hari saya dan salah satu teman saya tidak melakukan sholat Jum’at dan ketahuan oleh pembimbing yang ada disana dan pada waktu itu juga saya kena march habis habisan.

Ya begitulah saya yang haya manusia biasa yang tidak luput dari yang namaya salah dan dosa. Peggalaman tersebut saya merasa bersyukur karena masih ada yang menggiatkanku disaat saya salah. Ya mungkin itu saja penggalaman saya pada saat libur sekolah, apa biala ada kesalahan saya minta maaf, sekian dan terimakasih.

Pak Guyu : “Iya Turrr tek Mangapna….gkgk”.


KEGIATAN KU SELAMA LIBURAN SEKOLAHAKHIR SEMESTER I 😊

Oleh: Altisa

Awal liburan saya membantu kegiatan di rumah, sehabis tidur saya membantu membuat adonan untuk Jamu Kunir , setelah itu dikemasi menggunakan plastik, setelah selesai saya mengemasi dalam kantong plastik yang sedang lalu siap di antar diberbagai warung sayur yang sudah berlangganan. Lalu saya solatsubhuh dan dilanjutkan dengan memasak nasi &masak sayuran+lauknya.

Di hari Rabu dan Minggu saya melakukan kegiatan seperti biasa membantu ibu saya yang berjualan sayuran di PASAR KEBREK KUWARASAN, setelah bangun tidur solat subhuh lalu dilanjutkan dengan membungkusi tahu coklat pong hasil buatan pabrik di desa saya yaitu Desa MANGLI, KECAMATAN KUWARASAN, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH. Di pasar saya membantu mengambilkan kecambah Tauge, kecambah kedelai hitam dan putih, kecambah kacang hijau dan melayani para pembeli.

Pada hari selasa sebelum tahun baru saya (Altisa) dan teman sebangku saya Pipit Maelani dan teman saya dari MTs pergi ke WISATA BATURADEN PARK, yang bertempat di dekat Baturaden, Dusun III Kalipagu, Ketenger KABUPATEN BANYUMAS. Saya dan kawan kawan pergi kesana menggunakan motor,mulai berangkat pukul 12.30 sampai sana 14.30 dari arah Sampang, Sempor.

Ketika sampai disana kita langsung memarkirkan sepeda motor, lalu berjalan ke arah loket, disitu terpampang setiap orang dewasa yang masuk diwajibkan membayar Rp.14.000,00 dan parkir sepeda motor Rp 5.000 bukan dari wisata itu sendiri lalu menyerahkan tiket kepada petugas penjaga gerbang pintu keluar dan masuk wisata dan dipersilahkan masuk.

Ketika baru masuk sudah disambut dengan alat musik yang berupa angklung dan sebagai nya, lalu kita menyusuri berbagai wahana selfie yang istilahnya gratis disitu dan kita menjumpai air terjun yg lumayan indah,dari ketinggian nya sekitar 7-8 meter,dan berjalan menuju ke jembatan merah,sebelum ke situ kita melihat ada TERAPI IKAN yang mitos nya buat penyembuhan penyakit rematik.

Setelah itu pergi kejembatan merah dan dibawahnya sungai yang dibawahnya ada air terjun ada orang yang meminta uang dengan cara mengambil uang yang jatuh disungai setelah itu kita beristirahat sejenak lalu foto bersama dan akhirnya pulang dengan selamat.

Pak Guyu: “Alhamdulillah…slamet, waras!”


LIBURAN

Oleh: Afan Fatoni Rifa’i

Waktu itu aku baru selesai mengerjakan tugas pkl. Kemudian saya kembali ke sekolah untuk melaksanakan tugas PAS (Penilaian Akhir Semester). Saat itu saya merasa susah mengerjakannya. Itu karena aku terbiasa dengan hari hari saat prakerind. Karena aku mengerjakan prakerin hanya 4jam per hari, dan jam lainnya aku gunakan untuk main. Hasil nilai PAS ku terbilang jelek karena aku tidak belajar sebelum melaksanakan PAS. Aku sempat dimarahi orang tuaku karena nilainku yang jelek. Mereka bilang karena aku terlalu banyak bermain hp jadi semenjak itu aku tidak boleh terlalu banyak bermain hp. Dan aku bermain hp dengan mencuri curi (cari kesempatan) aja.

Hari liburan pun telah tiba.Awal liburan aku hanya dirumah tidur. Aku beranjak hanya jika orang tuaku minta tolong saja. Setiap hari aku keluar untuk bermain ke rumah  teman. Begitulah caraku untuk mengatasi kebosananku karena sehari hariku yang hanya rebahan.

Selain itu dirumah aku juga membatu orang orang membuat mushola tepat disamping rumahku aku membantu dengan cara memindahkan batu bata atau dengan memaku kayu atau mencabutnya. Waktu itu air sangat susah dijangkau. Jadi aku mencari air ke tempat lain untuk mendapatkan air. Bahkan kadang jika air habis terpaksa aku mandi sekali dalam sekali. Bahkan jika tidak ada air saya tidak mandi.

Waktu itu tahun baru sebentar lagi. Orang orang disekitar biasanya mencari daging untuk bakaran. Tapi tidak denganku karena pekerjaan orang tua yaitu bintur (menjala udang) jadi aku tidak perlu keluar mencari sesuatu untuk bakaran. Itu karena bapak selalu membawa pulang udah hasil tangkapanya. Jadi aku bisa bakaran setiap hari. Biasanya aku membakar atau merebusnya atau bisa juga dibakar seperti sosis.

Pada saat tahun malam tahum baru biasanya orang orang pergi kepantai untuk menyalakan kembang api bersama sama. Tapi pada saat itu cuaca sedikit hujan, jadi sedikit orang yang merayakannya. Tapi yang seharusnya aku ikut ke pantai aku malah disuruh kebengkel oleh bapak untuk memperbaiki motor dan pada saat itu cuaca masih hujan sampai jam 11 malam sehingga aku balik kerumah jam sebelas malam. Kemudian aku pulang dan sampai rumah hujan kembali turun dan aku kembali rebahan main hp sampai tertidur. Keesokan harinya tepat 1 januari hujan kembali turun selama seharian. Jadi aku tetap dirumah gan kembali rebahan. Sampai esok harinya aku kembali bersekolah.

Pak Guyu: “Judule kurang cendek, Iiiiii…..hehe”


Oleh: Sangidan

Liburan semester 1 cukup sederhana yaitu rebahan, liburan yang sangat menyenangkan bagi saya,karena saya bosan saya otw ngode atau kerja ngesound atau nyoting seadanya lah yang penting ada penghasilan waktu liburan, saya berangkat ngesound di pondok bangsari dalam rangka haul, di situ kan medan yang menguras tenaga karena ada banyak titik yang harus di pasang speaker,tapi itu sudah tanggung jawab kami, seberapapun mudanya ttp Okh,

malam pertama, acara sholawat di pondok 1 trs pindah ke pondok 2 sampai jam 3 dan dilanjutkan acara malam ke 2 di pondok 2 yaitu acara rakaian haul yaitu pengajian sampai jam 12 trs kami istirahat dan ke esokan harinya kami siap bertempur di acara inti agar acara sukses dan tidak ada halangan,semua crew harus mengecek kondisi speaker yang sudah di beberapa titik mengalami problem atau tidak,dan alhamdulillah semua aman sampai acara selesai,

setelah acara inti 1 selesai lanjut acara inti 2 seperti biasa kami selalu mengecek alat² karena jamaah yang sangat banyak takutnya ada kabel yang putus karena kabel di situ sudah seperti bihun dari kabel sound dan shoting, lampu.selalu siap sedia,ada 5crew kami. Semua di bagi agar acara lancar dan tukang sound tidak di paido, setelah kyai ceramah,kami sudah slow, paling ngontrol solar,dan alhamdulillah acara Selesai tidak ada halangan suatu apapun, pada acara inti 3 jamaah tambah banyak karena di selenggarakan pagi hari tapi ttp lancar sampai selesai, dan kami langsung bungkar atau rapih² untuk di bagi 2 kloter ke harjodowo-pondokgebangsari, dan saya berangkat ke harjodowo sekitar jam 2 di perjalan rupanya kehabisan bensin dan terpaksa harus beli kalo di dorong sangat mustahil karena Cuma 3 orang,

setelah di isi kami melanjutkan perjalanan,sesampainya di lokasi kami langsung bongkar selesai jam 4 karena acaranya esok hari maka alat di tinggal dan kami kembali ke pondok gebangsari untuk membawa alat² yang masih ada,dan pulang sampai rumah jam 6(mahgrib),

setelah istirahat kami melanjutkan untuk mengembalikan alat² yang saya pinjam selesai jam 8 baru bisa mandi dan bobok, setelah pindah dari harjodowo kami pindah ke mergasana dengan acara nikahan sempat kewalahan karena pas acara ada hujan angin saya sampai rela dari basah sampai kering dan basah lagi, daripada barang elektroniknya yg basah, dan selesai jm 6 mlm kami pindah ke desa serut, karena habis hujan otomatis tanah jadi basah, becek tapi tidak menyurutkan semangat ttp terjang,, mungkin itu saja klo semua terlalu panjang

Pak Guyu : “Judul mana judul…. sama tanda titiknya (.)”


Tulisan yang belum diposting akan ditampilkan pada Part berikutnya……!!!

Makasehhh…

Sumber foto: Bayu Joo