Aku Bertanya Kepada Nada

PuisiVideo

AKU BERTANYA KEPADA NADA

Ketika kulihat bibir senar yang bergetar

Tak kala seperti alunan gitar, membius siapapun yang mendengar

Petikannmu diruang kosong menggema seperti perkataan mama

Senarmu berawal besaran dan berakhiran kecil seolah tak ada sekat namun semua terpikat

Gitarmu itu senarnya kriting tetapi kenapa kok suaramu nyaring

Nada-nada indah bertaburan disaat jadwal dipentaskan

Dikala suasana aman kau petik menimbulkan rasa nyaman

Tetapi disaat genting kau kendorkan mereka yang sinting

Sebaliknya, disaat suasana tenang kau putar dengan riang

Pagelaran kau menyesuaikan

Saat yang hadir berpakaian jas kau berirama jes

Saat yang hadir berpakaian seadanya suara akustik menentramkan

Kau tahu kapan harus jreng, jring, jrung dan jrang

Sebenarnya gitar jenis apa ini..?

Mendayung-ndayung seratus telinga terlampaui

Akupun mencari-cari

Sialnya, gitar ini tak dipasarkan

Jikapun aku temukan, itu hanya gitar loakan yang berbunyi tak berirama

Mengaku-ngaku suaranya nyaring padahal garing

Membuat telinga mereka bising

Dimanakah aku harus mencari?

Apakah di pasar layar televisi yang mengejar popularisasi, sehingga banyak dimanipulasi oleh kepentingan pribadi

Oh…Tuhanku…!

Temukanlah aku dengan gitarku, aku ingin menjadi manusia, aku sudah terlalu hina

Terlalu banyak kebencian yang kuperlihatkan

Terlalu banyak caci yang aku utarakan

Aku rindu alunanmu…

Akupun bertanya kepada nada kejujuran

Dimanakah gitarku……………?

Nada pun berkata:

Gitarmu itu berjalan ke pelosok-pelosok negeri!

Menyemai panggung-panggung damai, tanpa haus panggung yang ramai.

Menebar nada menyejukan

Menyebar nada kemanusiaan

Menyuburkan spiritualitas

Itulah gitar yang sesungguhnya.

Karya: Tigongdoso