7 Pesan Kiai Kepada Santri Setelah Lulus Mondok

RagamTokoh

Abah Mukhammad Ma’muri, S.Pd.I Pengasuh PP. An-Nahdliyah 5 (kanan)


Menjadi seorang santri yang telah usai mengikuti proses pendidikan di pondok pesantren tentu ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan di benak para santri. Begitupun ilmu yang telah didapatkan di pesantren selanjutnya diimplementasikan di masyarakat, keluarga dan dirinya sendiri.

Bukan hal yang baru jika pengasuh atau kiai memberikan petuah ataupun pesan kepada santri agar selepas dari pondok pesantren dalam bersosial dan beraktifitas selalu memegang prinsip dan mengingat pesan yang disampaikan oleh gurunya. 

Berikut nasehat Abah M. Ma’muri, S.Pd.I kepada santriwan-santriwati selaku pengasuh pondok pesantren An-Nahdliyah 5, SMK Ma’arif 5 Gombong  :

1. ”Ora kabeh wong pinter kuwi bener” (Tidak semua orang pintar itu benar)

2. “Ora kabeh wong bener kuwi pinter” (Tidak semua orang benar itu pintar)

3. “Akeh wong pinter ning ora bener” (Banyak orang yang pintar tapi tidak benar)

4. “Lan akeh wong bener senajan ora pinter” (Dan banyak orang benar meskipun tidak pintar)

5. “Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener, Luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter” (Daripada jadi orang pintar tapi tidak benar, lebih baik jadi orang benar meskipun tidak pintar)

6. “Ono sing luwih apik yaiku dadi wong pinter sing tansah tumindak bener.” (Ada yang lebih benar, yaitu jadi orang pintar yang senantiasa berbuat benar)

7. “Minterno wong bener..kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter…” (Memintarkan orang yang benar .. itu lebih mudah daripada membenarkan orang yang pintar)